INDONESIA INDUSTRY ENHANCEMENT
STRATEGIC MISSION

Misi ini melalui program kegiatan Indonesia–China Innovation & Technology Collaboration

Program kegiatan ini bukan sekadar perjalanan untuk melihat kemajuan industri China.
Misinya jauh lebih konkret yakni :

1. Mencari apa yang dapat dipelajari,

2. Lalu dibawa ke Indonesia

3. Dikembangkan, dan dikolaborasikan bersama pihak China untuk memperkuat industri Indonesia.

Bersama Mr. Shan (kemeja biru) selaku Founder & CEO KANON Group. Ini merupakan perusahaan permesinan China skala besar. Fokus pada pekerjaan permesinan berukuran besar dengan bentuk yang obyek kompleks.

Lesson to learn bagi Indonesia, maka berawal sebagai binaan MITSUBISHI HEAVY INDUSTRY Group sejak era 1990an, dan terus inovasi berkembang, hingga kini mampu melakukan engineering dan membuat produk sendiri menDunia.

Produk metal besar hasil machining yang dimensinya kompleks.
Dilakukan dengan casting ukuran besar dengan lanjutan proses machining dengan mesin perkakas skala besar dan sangat presisi.

Dilengkapi lab uji ukur Dengan laser.
Walau obyek machining berukuran sangat besar, namun dituntut toleransi presisi sampai ukuran micron.

Industri nasional Indonesia semakin terpuruk kurang berdaya saing.
Terlihat dari dahsyatnya gempuran produk impor, mulai dari barang konsumsi sederhana sampai barang modal peralatan mesin industri.

Maka dari itu saatnya mulai memperkuat daya saing yang tentunya tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional.

Maka TENDER INDONESIA, FSII (Forum asinergi Inovasi Industri) bersama MeOrient berkolaborasi untuk memajukan kemampuan industri nasional ini

Ada 5 Fokus Tahapan Strategi :
1. Perkuatan

2. Eksplorasi peluang

3. Perluasan pasar

4. Investasi

5. Ruang lingkup sasaran

PERKUATAN

Perjalanannya dimulai dari STRENGTHENING.

Bagaimana industri Indonesia mendapatkan bahan baku yang lebih baik, menggunakan teknologi produksi yang lebih produktif dan efisien, meningkatkan kualitas produk, sekaligus memperkuat kemampuan engineering.

JELAJAH PELUANG

Setelah kemampuan dasarnya semakin kuat, kita masuk ke tahap EXPLORING.

Kita mencari kemungkinan produk baru, teknologi baru, aplikasi baru, serta peluang pengembangan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.

PERLUASAN BISNIS

Berikutnya adalah EXPANDING.

Produk dan kemampuan yang telah dikembangkan harus mampu masuk ke pasar yang lebih luas, membangun supply chain baru, dan membuka kolaborasi bisnis antara perusahaan Indonesia dan China.

INVESTASI

Pada akhirnya, peluang yang telah terbentuk dapat berkembang menuju INVESTMENT.

Mulai dari investasi teknologi dan fasilitas produksi, joint venture, transfer teknologi, hingga pengembangan industri baru di Indonesia.

Karena itu arah strategis program ini sederhana:

STRENGTHEN → EXPLORE → EXPAND → INVEST

LINGKUP MENCAKUP :

1. Better Raw Materials

2. More Productive & Efficient Manufacturing Technology

3. Better Product Quality

4. Strengthening Engineering Capabilities

5. Exploring New Product Opportunities

6. Expanding Market & Supply Chain Access

7. Exploring Investment Opportunities

Tujuannya bukan pulang dari China hanya membawa inspirasi.
Kita ingin pulang membawa peluang teknologi, produk, kolaborasi, pasar, dan investasi yang dapat ditindaklanjuti secara nyata.

DARI INSPIRASI KE TINDAK LANJUT RIIL
UNTUK INDUSTRI INDONESIA.

COLLABORATION PROGRAM

Direktorat Riset & Inovasi Berdampak Tinggi Universitas Indonesia serta Dinas Industri Prov Jabar

Potensi berbagai sektor manufaktur di berbagai Kawasan Industri seJabar, dipaparkan oleh Bpk Arif Mochamad Dinas Perindustrian Prov Jabar utk kolaborasi peningkatan kapasitas nasional

Paparan perkembangan kawasan industri di berbagai Kabupaten dalam MEGA KORIDOR EKONOMI REBANA – Jabar di ajang MEGA CONSTRUCTION 2026 NICE PIK 2 yang diadakan TENDER INDONESIA & FSII

SUBANG & REBANA:
DARI POTENSI MENUJU EKOSISTEM INDUSTRI

Bupati Subang

SUBANG dan REBANA dapat menjadi ruang implementasi bagaimana sebuah wilayah berkembang bersama pertumbuhan industrinya.

Ketika investasi dan proyek industri berkembang, maka akan muncul kebutuhan yang semakin luas terhadap:

* TECHNOLOGY
* ENGINEERING
* RAW MATERIAL & COMPONENT
* CONTRACTOR & SUPPLIER
* MANUFACTURING CAPABILITY
* LOGISTICS & INFRASTRUCTURE
* HUMAN CAPITAL
* INNOVATION & TECHNOPRENEUR
* MARKET ACCESS
* INVESTMENT

Di sinilah TENDER INDONESIA / FSII mengambil peran sebagai BRIDGING ECOSYSTEM — dalam upaya membangun & memfasilitasi utk memenuhi kebutuhan industri dengan teknologi, engineering capability, supplier, kontraktor, inovator, pasar, SDM dan sumber investasi.

Investment Day Kab. Subang, bersama Kepala Dinas DMPTSP Kab. Subang dan jajaran Pemerintah Kab. Subang

INDONESIA INDUSTRY ENHANCEMENT AWARD 2026

“Recognizing Real Industrial Capability Improvement”

Penghargaan ini khusus diberikan kepada perusahaan Indonesia yang terbukti melakukan ENHANCEMENT.

Ini mencakup kemajuan melalui penerapan :

1. Automation & Robotics — proses manual menjadi otomatis/robotic.

2. Manufacturing Technology — mesin/proses baru yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

3. Product Quality — peningkatan mutu, presisi, reliability, atau standar produk.

4. Engineering Capability — semakin mampu melakukan design, engineering, fabrication atau integration sendiri.

5. Material Enhancement — penggunaan/pengembangan material yang lebih baik.

6. New Product Development — berhasil mengembangkan produk yang sebelumnya belum mampu dibuat.

7. Digital & AI Transformation — AI, IoT, predictive maintenance, digital manufacturing, smart factory.

8. Energy & Resource Efficiency — produksi lebih hemat energi, air, material, dan menghasilkan lebih sedikit waste.

9. Local Industrial Capability — kemampuan yang sebelumnya bergantung dari luar mulai dapat dilakukan di Indonesia.

Jadi filosofi penghargaan-nya sederhana.
Ini bukan kompetisi, tapi pengakuan melalui validasi kunjungan langsung :

WE RECOGNIZE PROGRESS, NOT JUST SUCCESS.

ENHANCEMENT CASE STUDY #1

LATAR BELAKANG

INDUSTRIAL ENHANCEMENT tidak berhenti pada penggunaan teknologi yang lebih maju.

Peningkatan kemampuan produksi harus mampu menghasilkan produktivitas yang lebih baik, kualitas yang lebih konsisten, daya saing yang meningkat, sekaligus membuka peluang pasar dan kolaborasi baru.

AKSI NYATA

Untuk itu TENDER INDONESIA bersama FSII – Forum Sinergi Inovasi Industri mengembangkan program INDUSTRIAL ENHANCEMENT VISIT & VALIDATION.

Program dilakukan dengan mengunjungi langsung perusahaan yang telah melakukan peningkatan kemampuan industrinya, melihat implementasi teknologi, berdiskusi mengenai hasil yang telah dicapai, serta memberikan apresiasi terhadap progress tersebut.

Dalam kunjungan ke PT FURNI KARYA MANDIRI – CLARITY, perhatian khusus diberikan pada implementasi ROBOTICS & AUTOMATION dalam proses manufaktur office furniture.
Namun kunjungan ini tidak berhenti pada VALIDATION & RECOGNITION semata.

TENDER INDONESIA / FSII juga mengajak beberapa pihak yang memiliki relevansi sebagai:

* Potential Market / User
* Project Owner
* Developer
* Architect & Interior Consultant
* Contractor
* Procurement & Supply Chain
* Technology Partner
* Potential Business Partner

Sehingga kunjungan dapat sekaligus membuka ruang BUSINESS MATCHING dan COLLABORATION bagi pengembangan CLARITY ke depan.

Bersama Dekan Fakultas Ilmu Komputer (Informatika) Univ Bhayangkara Ir. Bernadus Gunawan Sudarsono, S.T., M.Kom., Ph.D. dan Dekan Fakultas Teknik Univ Bhayangkara Dr. Dede Rukmayadi, S.T., M.Si. untuk penguatan studi Ilmu Komputer dan Teknik Industri insan muda SDM Indonesia Emas

TUJUAN

Kunjungan ini memiliki misi :

1. Melihat secara langsung kemampuan manufaktur CLARITY.

2. Mempelajari implementasi Robotics & Automation dalam proses produksi.

3. Memahami dampaknya terhadap productivity, efficiency, precision, consistency dan product quality.

4. Memvalidasi secara observasional Industrial Enhancement yang telah dilakukan.

5. Memperkenalkan kemampuan industri CLARITY kepada pihak-pihak yang berpotensi menjadi market, user maupun mitra.

6. Membuka diskusi mengenai kebutuhan proyek dan potensi penggunaan produk CLARITY.

7. Menggali peluang Business Matching dan kolaborasi ke depan.

8. Memberikan apresiasi terhadap pencapaian peningkatan kemampuan industri CLARITY.

Bersama Bpk Frans CEO CLARITY FURNI

RUNDOWN KEGIATAN

WELCOME & COMPANY PROFILE
↓
FACTORY TOUR
↓
ROBOTICS & AUTOMATION DEMONSTRATION
↓
INDUSTRIAL CAPABILITY PRESENTATION
↓
DISCUSSION WITH POTENTIAL MARKET & PARTNERS
↓
BUSINESS MATCHING & COLLABORATION
↓
INDUSTRIAL ENHANCEMENT RECOGNITION AWARD
↓
NETWORKING & DOCUMENTATION

EXPECTED OUTCOME

Program diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah sertifikat apresiasi.
Lebih jauh, kegiatan diharapkan menghasilkan:

INDUSTRIAL EXPOSURE
→ kemampuan CLARITY semakin dikenal.

MARKET ACCESS
→ membuka komunikasi dengan potential users dan project owners.

BUSINESS MATCHING
→ mempertemukan capability dengan kebutuhan pasar/proyek.

COLLABORATION
→ membuka peluang kerja sama produk, teknologi, proyek maupun pengembangan pasar.

RECOGNITION
→ memberikan apresiasi atas Industrial Enhancement yang telah dilakukan.

PESAN BESAR

WE DON’T JUST RECOGNIZE

INDUSTRIAL PROGRESS.

WE CONNECT IT
TO THE NEXT OPPORTUNITY.

VISIT → VALIDATE → CONNECT → COLLABORATE → RECOGNIZE → SUSTAINABLE → IMPROVEMENT

Tentang FSII & Tender Indonesia

TENDER INDONESIA
Sejak tahun 2.000, memberikan dukungan bagi perusahaan membernya, dalam update trend peluang bisnis dengan layanan online dan offline.

FORUM SINERGI INOVASI INDUSTRI
Forum bentukan TENDER INDONESIA, untuk mewadahi Peneliti, Akademisi, & Dunia Industri dalam berkolaborasi menuju inovasi berkelanjutanProgram kerja mencakup : Sosialisasi, Edukasi, Promosi, Apresiasi, Kolaborasi, & Komersialisasi Hasil Inovasi.

Tentang FSII

“Selama pengalaman saya dalam birokrasi, tantangan terbesar adalah SINERGI untuk menerapkan hasil inovasi nasional dalam industry”

Dr -Ing, Pudji Untoro

Dewan Pembina FSII
(Forum Sinergi Inovasi Industri)

“Dengan kehadiran 3.800 perusahaan member TENDER INDONESIA, merupakan asset berharga untuk SINERGI baik pengembangan lanjutan maupun implementasi hasil inovasi”

Tito Loho, S. T.

CEO TENDER INDONESIA
Chairman FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri)

Board Of Advisor

Board Of Director